Sabtu, 16 Juni 2012

BOFET MAKNYUS by Bondan Winarno

Sebelumnya dikasi tau temen kalo ada resto Pak Bondan deket kantor, dan akhirnya baru kesampean hari ini juga. Dimulai dari bbm-an dengan 2 teman, mba Sandra dan Kezhia yg ngasi tau tempatnya mula2, siang ini kami bertiga bertemu depan Bofet Maknyus, di jalan Sultan Iskandar Muda a.k.a lebih dikenal sebagai arteri Pondok Indah. Lokasinya kalo dari Gedung Ericsson setelah Hyundai showroom. Plang petunjuknya ga terlalu besar jadi musti pelan2 kalo ga mau kebablasan ^^.
Nah tempatnya emang ga terlalu besar. Di bagian atas pintu aja udah ada tulisan Fort de Kock 1825 Boekit Tinggi. Jadi memang sudah mengarah ke Padang sana. Dan karena kami sudah cukup lapar, maka tanpa babibu kami langsung masuk, duduk dan memesan.
Ada 8 menu dan waitress tidak menyodorkan buku menu, melainkan kita diminta langsung melihat di tulisan yang dipasang di dinding. Kami pesan Ayam langkueh, Pangek Tuna, Dendeng baraciak dan sate danguang-danguang. Awalnya sempat pengen pesen juga Gulai Itiak Lado Mudo, cuma karena waitressnya jelasin kalo itu bebek sambal ijo, ga jadi. Kesannya biasa hehehe. O ya, selain yang ada di menu kami juga minta jangek dikuahin.
Sembari menunggu hidangan muncul, kami melihat2 interior resto. Total ada 7 buah meja kotak dengan masing2 4 kursi. Saat itu ada keluarga yang rame2 dan menggabungkan 3 meja sekaligus. Di dinding hanya ada 3 lukisan yang menggambarkan lembaran mata uang pecahan ribu, 20ribu dan 5 ribu.
Ga perlu menunggu lama, hidangan pun satu persatu muncul. Dan karena sudah lapar, maka kami langsung sibuk menyantap hidangan itu bersama2.
                                                               Dendeng Baraciak
Nah, dendeng baraciak ini serupa se'i untuk istilah kupang atau daging panggang yang diiris tipis2 dan kemudian dikasi bumbu dari cabe hijau, tomat dan bawang. Rasanya gurih segar dan dagingnya empuk.

                                                                       Pangek Tuna
Daging tunanya cukup tebal dengan bumbu yang cukup pedas, dengan rasa yang kuat. Nikmat lah.


                                                               Sate Danguang-danguangn
Lebih biasa dikenal dengan sate padang. Disajikan hangat  dengan taburan bawang goreng. Empuk dan masih juga hangat sampai tusuk terakhir.

                                                                  jangek dikuahin
Nah ini yang tidak ada di menu, by request ^^. Krupuk kulit yang disiram kuah sayur. Enyaak...

                                                              Ayam Langkueh
Maksudnya ayam goreng bumbu lengkuas, menurut waitressnya. Bumbunya meresap dan ayamnya empuk. Untuk minumnya sih dberikan free teh tawar. Kami tidak tahu menu minuman yang lainnya. Setelah pulang baru sadar, harusnya ada es durian macam es durian Ganti nan Lamo itu yah hehehe...*ngarep*
Untuk semua makanan di atas itu, total kita habis 82ribu. Well, menurut kami terhitung murah untuk rasa yang dikecap. Kami putuskan akan kembali lagi ke sana, tokh tempatnya juga deket sama kantor, jadi bisa untuk tambahan alternatif makan malam untuk anak2 kos macam kami ini ^_^